SNI 15 2049 2004 Semen Portland
Semen portland adalah semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling terak semen portland terutama yang terdiri atas kalsium silikat yang bersifat hidrolis dan digiling bersama-sama dengan bahan tambahan berupa satu atau lebih bentuk kristal senyawa kalsium sulfat dan boleh ditambah dengan bahan tambahan lain.
SNI 15 2049 2004 Semen Portland |
SNI 15 2049 2004 Semen Portland |
|
---|---|
No. Urut |
: 11 |
Bahasa | : Bahasa Indonesia |
Halaman | : 132 Halaman |
Format | : Pdf |
Sumber | : Badan Standarisasi Nasional |
Nomor | : SNI 15-2049-2004 |
Sifat | : GRATIS |
Ruang Lingkup
Standar ini meliputi ruang lingkup, acuan normatif, istilah dan definisi, jenis dan penggunaan, syarat mutu, cara pengambilan contoh, cara uji, syarat lulus uji, pengemasan, syarat penandaan, penyimpanan dan transportasi dari semen portland.
Acuan normatif
ASTM C 109/109M-01, Standard test method for compressive strength of hydraulic cement mortar.
ASTM C151-00, Standard test method for autoclave expansion of portland cement.
ASTM C 186-98, Standard test method for heat of hydration of hydraulic cement.
ASTM C 187-98, Standard test method for normal consistency of hydraulic cement.
Istilah Dan Definisi
Kandungan udara semen hidrolis adalah semen hidrolis yang mengandung suatu tambahan udara dalam jumlah tertentu yang menyebabkan udara terkandung didalam mortar didalam batasan yang dispesifikasikan pada saat diukur dengan suatu metode.
Pasta semen adalah campuran semen dan air baik yang dikeraskan atau tidak dikeraskan.
False set adalah kehilangan secara cepat sifat plastis dari pasta semen, mortar atau beton.
Ruang lembab adalah suatu ruang tertutup untuk penyimpanan dan pengerasan contoh pasta, mortar dan beton yang memiliki suhu dan kelembaban nisbi tinggi yang dapat diatur.
Mortar adalah suatu campuran yang terdiri dari semen, agregat halus dan air baik dalam keadaan dikeraskan ataupun tidak dikeraskan.
Jenis Dan Penggunaan Semen Portland
Jenis I yaitu semen portland untuk penggunaan umum yang tidak memerlukan persyaratan-persyaratan khusus seperti yang disyaratkan pada jenis-jenis lain.
Jenis II yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan terhadap sulfat atau kalor hidrasi sedang.
Jenis III yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan tinggi pada tahap permulaan setelah pengikatan terjadi.
Jenis IV yaitu semen portland yang dalam penggunaannya memerlukan kalor hidrasi rendah.
Jenis V yaitu semen portland yang dalam penggunaanya memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat.
Syarat Mutu Kimia dan Fisika
Syarat Kimia
No |
Uraian | Jenis Semen Portland | ||||
I | II | III | IV | V | ||
1 | SiO2 , min. | 20 | ||||
2 | Al2O3 , maks. | 6,0 | ||||
3 | Fe2O3 , maks. | 6,0 | 6,5 | |||
4 | MgO, maks | 6,0 | 6,0 | 6,0 | 6,0 | 6,0 |
5 | SO3, maks Jika C3A ≤ 8,0 Jika C3A > 8,0 |
3,0 3,5 |
3,0 |
3,5 4,5 |
2,3 |
2,3 |
6 | Hilang pijar, maks | 5,0 | 3,0 | 3,0 | 2,5 | 3,0 |
7 | Bagian tak larut, maks | 3,0 | 1,5 | 1,5 | 1,5 | 1,5 |
8 | C3S, maks | 35 | ||||
9 | C2S, min | 40 | ||||
10 | C3A , maks | 8,0 | 15 | 7 | 5 | |
11 | C4AF + 2 C3A atau C4AF + C2F , maks |
25 |
Syarat Fisika
No | Uraian | Jenis Semen Portland | ||||
I | II | III | IV | V | ||
1 | Kehalusan: Uji permeabilitas udara, m2/kg Dengan alat : Turbidimeter, min Blaine, min |
160 280 |
160 280 |
160 280 |
160 280 |
160 280 |
2 | 1600Kekekalan : Pemuaian dengan autoclave, maks % |
0,8 |
0,8 |
0,8 |
0,8 |
0,8 |
3 | Kuat tekan: Umur 1 hari, kg/cm2, minimum Umur 3 hari, kg/cm2, minimum Umur 7 hari, kg/cm2, minimum Umur 28 hari, kg/cm2, minimum |
125 200 280 |
100 175 |
120 240 |
70 170 |
80 150 210 |
4 | Waktu pengikatan (metode alternatif) dengan alat: Gillmore - Awal, menit, minimal - Akhir, menit, maksimum Vicat - Awal, menit, minimal - Akhir, menit, maksimum |
60 600 45 375 |
60 600 45 375 |
60 600 45 375 |
60 600 45 375 |
60 600 45 375 |
Cara Pengambilan Contoh
Lot jumlah spesifik dari semen yang diajukan untuk pemeriksaan pada setiap waktu tertentu. Satu lot bisa mewakili dari satu atau lebih bin yang telah diisi semen secara berurutan. Satu lot bisa juga mewakili dari isi satu atau lebih unit alat transport yang dikeluarkan dari bin yang sama.
Frekuensi pengambilan contoh yang disesuaikan merupakan program pengujian yang disiapkan untuk pengujian dari hanya dua contoh semen yang diperoleh dari setiap lot yang ada, dan disiapkan untuk pengujian pada tahap yang biasa sebagaimana diuraikan di bawah ini.
Program menggunakan faktor kemungkinan dan dirancang sedemikian rupa sehingga apabila hasil uji dari kedua contoh tersebut memenuhi persyaratan dari program, bisa diartikan dengan 95% tingkat kepercayaan dan kurang dari 5% dari contoh akan berada diluar batas spesifikasinya
Tujuan Dan Penggunaan Pengambilan Contoh
Prosedur pengambilan contoh yang telah diuraikan dimaksudkan untuk penggunaan dalam ketentuan pengambilan contoh semen hidrolis, setelah diproduksi dan siap untuk dipasarkan.
Prosedur ini tidak dimaksudkan sebagai prosedur pengambilan contoh pada pengawasan mutu selama proses produksi.
Prosedur pengujian yang telah diuraikan meliputi jumlah contoh untuk pengujian yang harus dilakukan dan memberikan petunjuk dalam hal pembuatan laporan.
Kebanyakan persyaratan dan spesifikasi yang diperlukan oleh konstruksi bangunan adalah bahwa semen hidrolis yang akan digunakan dalam pekerjaan harus memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam spesifikasi pembelian, seperti spesifikasi sesuai butir 5.
Prosedur Pelaksanaan Pengambilan Contoh
Prosedur pelaksanaan ini meliputi proses pengambilan contoh dan pengujian dengan maksud untuk menetapkan apakah contoh semen tersebut memenuhi pesyaratan spesifikasi penerimaan. Pengujian contoh semen dilakukan dengan menggunakan metode tertentu untuk menetapkan apakah hasil uji yang didapat dari contoh semen tersebut memenuhi spesifikasi dan hasil uji dinyatakan sebagai dasar penerimaan atau penolakan dari lot semen yang diwakili contohnya.
Semua contoh semen, baik contoh kutip atau contoh komposit beratnya sekurang-kurangnya 5 kg. Contoh-contoh semen harus dikemas dalam kemasan yang kedap uap air dan udara yang telah diberi nomor secara teratur dan berurutan.
Cara Uji Semen Portland Dengan Metode Kimia
Metode uji meliputi analisis kimia dari semen hidrolis mengacu pada ASTM C 114–03, Test Methods for Chemical Analysis of Hydraulic Cement. Setiap metode uji yang menunjukkan ketelitian dan penyimpangan yang dapat diterima bisa digunakan untuk analisis semen hidrolis, termasuk metode uji referee.
Metode uji kimia spesifik diberikan untuk kemudahan bagi yang ingin menggunakannya. Metode uji dikelompokkan sebagai metode uji referee dan metode uji alternatif. Metode uji referee merupakan metode uji kimia basah yang telah diterima, yang memberikan suatu skema dasar terpadu dari analisis semen hidrolis.
Metode uji alternatif pada umumnya memberikan penentuan individu dari komponen tertentu dan dapat digunakan tersendiri atau sebagai alternatif dan penentuan secara terpadu bila diinginkan oleh analis seperti yang ditunjukkan pada metode individu.
Cara Uji Semen Portland Dengan Metode Fisika
Pengujian semen portland dengan metode fisika menggunakan peralatan sebagai berikut :
a. Ayakan standar ukuran 150 um (no. 100) dan 850 um (No. 20)
b. Timbangan
c. Batu timbangan
d. Sikat
Pengujian Kehalusan Dengan Alat Blaine
Pengujian kehalusan semen portland dengan menggunakan alat Blaine mengacu kepada ASTM C 204-00, Standard test method for fineness of hydraulic cement by air permeability apparatus. Pengujian dengan alat blaine bertujuan menentukan kehalusan yang dinyatakan dalam luas permukaan spesifik semen portland, dihitung sebagai jumlah luas permukaan total cm2/gram, atau m2/kg semen portland.
Pengujian Kehalusan Dengan Alat Turbidimeter
Pengujian penentuan kehalusan dengan turbidimeter mengacu kepada ASTM C 115-96a Standard test method for Fineness of portland cement by the turbidimeter. Metoda uji untuk kehalusan semen portland dengan menggunakan turbidimeter.
Syarat Lulus Uji Semen Portland
Semen portland yang diuji dinyatakan tidak memenuhi syarat apabila:
1. Semen gagal memenuhi salah satu syarat mutu seperti yang dicantumkan pada butir 5.
2. Uji ulang dapat dilakukan terhadap semen yang ada di penyimpanan pada silo yang akan dikirim selama periode lebih dari 6 bulan. Jika hasil uji ulang tersebut gagal memenuhi salah satu syarat mutu seperti yang dicantumkan pada butir 5, maka semen tersebut dinyatakan tidak lulus uji.
3. Kekurangan berat lebih dari 2% dari berat yang dicantumkan baik dalam setiap kemasan maupun berat rata-rata dari setiap pengiriman yang diawali oleh penimbangan 50 kemasan yang diambil secara acak.
Sertifikasi hasil uji semen portland yang menyatakan memenuhi syarat hanya berlaku untuk kelompok yang diambil contohnya.
Semen portland dapat diperdagangkan dalam bentuk kemasan dan curah. Apabila tidak ada ketentuan lain, semen portland kemasan harus dikemas dalam kantong dengan berat netto 50 kg untuk setiap kantong.
Download SNI 15 2049 2004 Semen Portland
Password winrar : www.sipilgo.com |
Apabila sobat Sipilgo ingin mengikuti atau berlangganan artikel dari kami silahkan mengunjungi di :
Telegram | Youtube |
Post a Comment for "SNI 15 2049 2004 Semen Portland"